Ziarah Mie Ayam #5

Kamu tahu apa yang bikin Real Madrid bisa tiga kali juara Liga Champions berturut-turut? Intinya dua: konsisten dan efisien.

Konsisten. Performa Madrid sangat konsisten, tentu saya bicara penampilan tim. Ketika ada satu pemain tidak maksimal, performa negatifnya tertutup oleh konsisten secara tim.

Efisien. Kamu bisa menyebutnya bermain semakin sederhana. Semakin sederhana, semakin efisien memaksimalkan peluang. Toh mau bagaimanapun juga, yang paling banyak bikin gol menjadi pemenang. Tak perlu neko-neko bermain. Madrid punya dua cara sederhana untuk bikin gol, yaitu superior di lapangan tengah untuk menguasai sisi lapangan. Cara kedua, dari sisi lapangan, maksimalkan umpan silang untuk Cristiano Ronaldo yang kok ya bangsat betul jadi sangat klinis lima tahun belakangan ini. Efisien dan sederhana.

Pak Kliwon ini juga Real Madrid. Bedanya, Pak Kliwon ini “Real Madrid” yang tidak juara. Namun, dua aspek di atas sama persis.

Konsisten. Rasa mie ayam Pak Kliwon ini sangat konsisten, sesuai penuturan salah satu pelanggan setianya. Sejak tahun 2004, rasa dari racikan Pak Kliwon tidak berubah rasa. Ini hebat betul. Banyak warung makan yang enak saja belum sudah berubah rasa dan akhirnya ditinggal konsumen.

Konsisten secara “tim”, dari sajian mie ayam secara penuh. Jika dimakan bersamaan; kuah, mie, ayam cincang, sawi, rasa mie ayam Pak Kliwon cukup enak. Tapi, jika dijajal satu per satu, terutama kuah dan mie, tidak terasa ada sesuatu yang bisa diandalkan. Datar. Anyep. Ini bukan masalah yang fatal. Dengan sejumput garam dan sesendok kecil sambal, rasa kuah dan mie yang datar menjadi lebih menantang. Performa kuah dan mie bisa diselamatkan oleh performa mie ayam “secara tim”, secara sajian komplet.

Efisien, atau sederhana. Mie ayam Pak Kliwon jauh dari meriah. Dari warna pun ya cenderung datar. Mie yang pucat, ayam yang cokelat gelap, dan sawi yang, bagi mata saya sama pucatnya dengan mie. Kesederhanaan ini berbeda dengan meriahnya warna Mie Ayam Dapur Boy milik Boy William, yang kami kunjungi minggu lalu. Potongan ayam char siu yang berwarna merah cerah di Dapur Boy memang memanjakan mata.

Kalau soal tampilan, Dapur Boy seperti Liverpool. Meriah, dengan nama-nama pemain yang menarik, bermain penuh gairah, gegenpressing, tapi memble soal rasa (baca: juara). Sebaliknya, Pak Kliwon tidak mau bersusah-payah menampilkan sajian yang meriah, yang attacking-based. Pak Kliwon sederhana, bermain defense counter, pragmatis. Namun bisa sampai final, meskipun tidak juara juga. Karena sampai saat ini, yang juara di hatiku masih kamu dan Mie Ayam Semangat.

Oya, saya memesan mie ayam biasa dan bakso kuah. Ganti-gantian, makan mie ayam pakai kuah bakso atau bakso dengan kuah mie ayam. Variasi yang menarik untuk terus dicoba.

Dua hal yang cukup menyenangkan dari Pak Kliwon adalah teh yang nikmat dan slondok yang empuk.

Jadi, secara keseluruhan, saya memberi nilai tujuh. Mas Moddie Alvianto W pun sama. Kasih tujuh. Minggu depan ziarah kami akan mengarah ke selatan, ke daerah padat manusia padat gedung.

ditulis oleh Yamadipati Seno

Leave a Reply

Your email address will not be published.