Ziarah Mie Ayam #2

Berdasarkan info dari adiknya mas Moddie Alvianto W kami meluncur ke Mie Ayam Semangat. Warung dengan tata ruang yang unik ini ada di Jalan Kaliuran km.14. Ancer-ancernya: Kampus UII ke utara, sampai perempatan kecil belok kiri, sekitar 1 km belok kiri lagi. Warung ada di sisi kanan jalan.

Rabu (10/7) kami bersebelas. Rombongan ziarah adalah gabungan dari crew MojokMojok StoreKomunitas KretekAkubaca, dan tentu saja kami dinaungi KBEA.

Begitu sampai warung yang sejuk ini, mata pasti, secara otomatis, menyapu tata ruang yang unik. Meski terlihat kecil dari luar, warung Mie Ayam Semangat ini cukup luas di dalam. Cukup untuk 20 orang kira-kira, jika lesehan.

Yang menarik tentu mie dan rasa. Mienya tipis, mirip yammie dengan kematangan pas. Soal rasa, ini betul-betul kejutan. Begitu menyuap mie masuk ke mulut, ada rasa soto yang menyapa. Ini tidak terkira sebelumnya. Rempah yang digunakan, saya sempat nyeplus potongan jahe berukuran kecil, terasa halus. Tidak “nyegrak”. Ada aroma dan rasa kaldu daging sapi yang juga terasa. Lembut, tidak mengalahkan aroma mie dan ayam.

Pilihan menu: mie ayam jumbo (10rb), misoa urat dan bakso (15rb), dan mie ayam pangsit (8rb). Selain mie ayam jumbo, mungkin bagi banyak orang porsinya terlalu sedikit. Jangan khawatir, warung ini menyediakan juga nasi putih. Karbo + karbo? Peduli amat. Makanan enak itu surga. Makan makanan enak, itu ibadah. Ziarah.

Kalau kamu ke sini, jangan lupa mencicipi sambalnya. Saya bertanya secara khusus soal sambal ini. Jadi, cabai yang digunakan digoreng sebentar lalu ditumbuk. Ditumbuk, bukan diuleg. Hasil tumbuk digongso dengan sedikit minyak. Sedikit saja karena hasil tumbukan akan mengeluarkan sedikit minyak. Hasil gongso membuat aroma sambal ini wangi sakali. Bahkan samar-samar tercium wangi sambal kacang. Pedas, gurih. Cocok.

Minuman disajikan dengan gelas seng blirik. Ini juga nilai tambah. Unik dan berkesan. Tehnya bukan teh celup, meski agak kemanisan. Es jeruk menggunakan jeruk nipis. Takarannya pas.

So, itulah Ziarah Mie Ayam #2 menuju Mie Ayam Semangat. Pada akhirnya, seperti kata penjaga warung ini setelah kami membayar dan pamit: SEMANGAT!

Sungguh menyenangkan.

– ditulis oleh Yamadipati Seno

Leave a Reply

Your email address will not be published.