MIE AYAM #9

Sepertinya sudah lebih dari tiga minggu kami harus absen ziarah mie ayam karena berbagai hal. Minggu ini pun sebenarnya juga masih banyak agenda. Tapi, seorang teman mengingatkan bahwa jika tidak dijalankan lagi, bisa jadi ziarah mie ayam akan selesai.

Agar tidak selesai, kami pun mencari mana mie ayam yang tepat untuk dikunjungi. Tentu saja, areanya masih berada di utara. Atas saran dari ilustrator Mojok, kami pun bergegas ke warung mie ayam yang terletak di Jalan Kaliurang Km. 6.

Namanya warung Mie Ayam Tresno. Kalo kamu dari arah utara, letaknya tepat di selatan Bank Permata atau di seberang apotik Kimia Farma. Di sinilah kami akan memulai makan mie ayam yang berbeda dari mie ayam lainnya. Mie Ayam Rendang.

Ada banyak pertanyaan di antara teman-teman. Apakah ini mie ayam ditambah rendang, mie ayam ditambah bumbu rendang, atau jangan-jangan indomie goreng rasa rendang?

Pertanyaan terakhir dilontarkan oleh Duta Indomie, Adit Dipantara atau yang lebih dikenal dengan sebutan Adit Rapat. Kebetulan, ziarah mie ayam kali ini mendapat sponsor dari beliau. Sebab, ini adalah bentuk syukur atas kegiatan yang telah dilakukannya berjalan dengan lancar. Alhamdulillah.

Jika sebelumnya ziarah dilakukan hari Kamis, untuk pertama kalinya kegiatan ini dilakukan hari Jumat. Sebab, ada beberapa teman yang tidak bisa ikut di hari Kamis. Nah, maka dari itu, ripiunya pun baru bisa muncul sekarang.

Ada 12 orang yang mengikuti ziarah mie ayam. Di antara 12 orang itu, paling banyak memesan mie ayam rendang. Sedangkan yang lain, ada yang memesan mie ayam rendang ditambah ceker. Ada juga yang memesan mie ayam rendang ditambah bakso.

Dan ketika pesanan datang, pertanyaan yang mampir di pikiran telah terjawab. Semangkuk mie ayam ditambah kuah rendang. Menutupi seluruh mie dan daging ayam. Coklat dan gelap.

Kalo mie diangkat menggunakan sumpit atau garpu, bau khas rendang menguar. Menusuk ke hidung. Berusaha menyelinap ke kerongkongan. Tambahan lagi, membuat kita harus menelan ludah.

Mienya kenyal. Daging ayam cukup ramah untuk dikunyah. Bumbu rendang? Endang Bambang Gulindang. Lezat. Untuk ceker dan bakso, rasanya sempurna. Daging ceker mudah mengelupas. Sedangkan baksonya juga ramah untuk dikunyah. Tak heran, Adit pun menambah seporsi bakso karena saking enaknya.

Bagaimana dengan harga? Untuk mie ayam rendang ditambah ceker/bakso, kami cukup menebusnya dengan harga 13 ribu rupiah. Itu sudah paling mahal. Kalo tanpa ceker, harganya di bawah itu.

Dengan kualitas rasa, maka tak heran apabila mie ayam rendang masuk ke dalam sepuluh kuliner rekomendasi mie ayam di Jogja. Sajian yang menawan ditambah rasa yang menggelegar.

Untuk soal nilai, kami memberi angka 7,5. Angka yang cukup pantas. Untuk kamu para penggila mie ayam, ada baiknya mencoba Mie Ayam Tresno. Top.

– ditulis oleh Moddie Alvianto

Leave a Reply

Your email address will not be published.