Ketika Cedera Tiba

Malam itu, Wisnu Prasetya Utomo bermain dengan semangat tinggi. Mungkin karena sebelumnya, tim Pindai dihajar tim Mojok. Malam itu, dia berhadapan dengan tim pimpinan Fahri Salam.

Duet Mahfud Ikhwan dengan Fahri seakan tidak berkutik melawan kecepatan Wisnu. Skor memalukan terkajadi, selisih 12 gol. Fahri seperti biasa hanya bisa nanar.

Seperti biasa jika gol sudah terlalu banyak yg terlesak, kedua tim bertukar bantal eh bertukar tempat. Tapi hal itu tidak menolong tim pimpinan Fahri. Mereka tetap bermain di bawah tekanan dengan kalah gol banyak.

Situasi berubah ketika Darmanto Simaepa masuk lapangan. Mulai selisih gol berkurang menjadi selisih 10, 9, 8, 7, 6, 5. Ketika selisih 5 gol, pertandingan mulai agak keras. Apalagi jam menunjukkan akan berakhir 15 menit lagi.

Lalu selisih 4 gol. Wisnu mulai panik. Rekan-rekan setimnya seperti kehilangan spirit bertanding. Dan bukan tidak mungkin mereka kalah. Tapi aktor film ‘Merapi dari Dekat’ yang belum kunjung syuting juga itu, tetap gigih. Dia lari ke depan menyerang. Balik ke belakang membantu benteng pertahanan ketika diserang. Pontang-panting.

Di saat itulah, kakinya berbenturan dengan kaki Muhammad Sofwan Hadi. Benturan yang cukup keras itu mengakibatkan Wisnu terjengkang sambil berteriak keras. Ternyata cederanya agak serius. Akhirnya dia dibopong keluar dari lapangan dan kakinya dikompres es.

Pertandingan otomatis berakhir. Tim yang dipimpin Wisnu tentu saja menang. Sekali lagi Fahri harus menerima kenyataan pahit. Tujuh kali berturut, timnya selalu kalah.

wisnu cedera

 

One thought on “Ketika Cedera Tiba”

Leave a Reply

Your email address will not be published.